Iklan


Redaksi HITS SUMSEL
Rabu, 07 Oktober 2026, 13:37 WIB
Last Updated 2026-10-07T06:37:06Z
Hits TerkiniNasional

4 ABK WNI Kembali ke Indonesia Usai Lebih dari 5 Bulan Disandera di Somalia

Keempat ABK WNI tersebut merupakan bagian dari kru kapal tanker MT Honour-25 yang disandera perompak Somalia sejak 21 April 2026.  | Foto : Antara

Jakarta, HSC  Empat Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia akhirnya kembali ke Tanah Air. Keempatnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 6 Oktober 2026.


Keempat ABK WNI tersebut merupakan bagian dari kru kapal tanker MT Honour-25 yang disandera perompak Somalia sejak 21 April 2026. Mereka berada dalam penyanderaan selama lebih dari lima bulan sebelum akhirnya berhasil dibebaskan.


Namun, kepulangan mereka diwarnai kabar duka. Sebanyak lima ABK warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia dalam insiden penyanderaan tersebut.


Kelima korban terdiri dari tiga warga negara Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Berdasarkan laporan yang disampaikan, para korban ditemukan meninggal setelah diduga ditembak oleh para perompak sebelum kapal berhasil dikuasai oleh otoritas keamanan Puntland, Somalia.


Empat ABK WNI Berhasil Selamat


Empat WNI yang berhasil kembali ke Indonesia yakni Ashari Samadikun, kapten kapal asal Gowa; Adi Faizal, 2nd Officer asal Bulukumba; Wahudinanto, Chief Officer asal Pemalang; serta Fiki Mutakin, ABK asal Bogor.


Kondisi keempatnya secara umum dilaporkan selamat. Namun, mereka harus menjalani pemulihan setelah melewati masa penyanderaan yang panjang dan penuh tekanan.


Salah satu kisah paling dramatis dialami Fiki Mutakin. Pria berusia 25 tahun itu dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kaki saat berada dalam penyanderaan.


Fiki sebelumnya diminta menurunkan sekoci penyelamat. Dalam situasi tersebut, ia ditembak oleh perompak.


Untuk bertahan hidup, Fiki kemudian berpura-pura telah meninggal. Aksi tersebut dilakukan ketika dirinya berada dalam kondisi terancam hingga akhirnya tim penyelamat datang.


Setibanya di Indonesia, Fiki terlihat menggunakan kursi roda untuk membantu proses pemulihannya.


Kapten Ashari Menangis dan Minta Maaf


Kepulangan empat ABK WNI juga diwarnai suasana haru. Kapten MT Honour-25, Ashari Samadikun, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga lima kru asing yang meninggal selama insiden penyanderaan.


Dengan penuh haru, Ashari mengaku merasa bersalah karena tidak mampu memenuhi harapannya untuk membawa seluruh kru kapal kembali dalam keadaan selamat.


Permintaan maaf tersebut disampaikan dengan mata berkaca-kaca setelah dirinya tiba di Indonesia.


Insiden ini menjadi pengalaman berat bagi seluruh kru MT Honour-25. Selama lebih dari lima bulan, mereka harus menghadapi ancaman dari kelompok perompak di wilayah perairan Somalia.


Penyanderaan Berlangsung Lebih dari Lima Bulan


MT Honour-25 diketahui menjadi sasaran perompakan pada 21 April 2026. Kapal tersebut kemudian berada dalam penguasaan kelompok perompak selama berbulan-bulan.


Proses pembebasan melibatkan otoritas keamanan Puntland. Dalam operasi tersebut, kondisi para sandera diketahui sangat memprihatinkan, sementara sejumlah kru asing akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.


Meski demikian, empat ABK WNI berhasil bertahan hingga akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia.


Kepulangan mereka menjadi kabar melegakan bagi keluarga setelah berbulan-bulan menunggu kepastian keselamatan anggota keluarga mereka.


Pemerintah dan pihak terkait selanjutnya memastikan kondisi kesehatan keempat ABK WNI mendapatkan perhatian setelah mereka kembali ke Tanah Air.


Peristiwa penyanderaan MT Honour-25 sekaligus menjadi pengingat masih adanya ancaman keamanan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan perairan rawan pembajakan di sekitar Somalia.(***)

Tag Terpopuler