![]() |
| Bupati Muba, H.M Toha Tohet, SH, menegaskan bahwa PKM bukan sekadar instrumen bantuan sosial konvensional. | FOTO : Kiki |
MUSI BANYUASIN, HSC – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi menggeber Program Keluarga Maju (PKM) sebagai senjata utama dalam mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, program ini tergabung dalam 22 Program Unggulan Strategis yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan langsung dari akarnya.
Bupati Muba, H.M Toha Tohet, SH, menegaskan bahwa PKM bukan sekadar instrumen bantuan sosial konvensional.
"PKM adalah gerakan transformasi. Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi membangun kemandirian ekonomi melalui modal usaha, pelatihan kerja, dan bantuan pendidikan berkualitas. Ini adalah upaya nyata mengangkat martabat dan taraf hidup masyarakat Bumi Serasan Sekate," tegas Bupati Toha.
Intervensi Masif Berbasis Data.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Muba melakukan eskalasi program secara signifikan. Adapun realisasi di tahun 2025, sudah dilakukan penyaluran bantuan modal usaha sebesar Rp5 Juta bagi 949 KK yang terdata dalam DTSEN (desil 1 sd 5) di Bumi Serasan Sekate, melalui Dinas Sosial. Kemudian di tahun 2026 dirancang untuk dilanjutkan Rp10 Juta bagi 2.300 KPM melalui Dinas Koperasi & UMKM. Untuk pendidikan dilakukan pemberian bantuan pendidikan senilai Rp5 Juta bagi 300 KK melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Disnakertrans Muba juga turut memperkuat PKM melalui Program Pendidikan Vokasi 2026 yang melibatkan 111 peserta pada 3 bidang strategis:
1. Sektor Industri: Pelatihan Rigger (20 peserta), K3 Migas (20 peserta), dan Floorhand (16 peserta).
2. Konstruksi & Teknis: Operator Alat Berat (15 peserta).
3. Komunikasi: Pelatihan Calon Jurnalis (40 peserta).
Solusi Komprehensif: Dari Dana Desa hingga Sekolah Gratis
Wakil Bupati Muba, Kiai Abdur Rohman Husen menambahkan bahwa sinergi 22 program unggulan ini menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.
"Mulai dari tata kelola pemerintahan yang bersih hingga layanan administrasi jemput bola ke rumah warga. Kami ingin memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat," jelasnya.
Beberapa poin kunci dari 22 Program Unggulan tersebut meliputi:
Infrastruktur Desa: Tambahan dana desa sebesar Rp1,5 Miliar untuk pembangunan lokal.
Pendidikan & Perlindungan Anak: Sekolah gratis (Negeri/Swasta), beasiswa hingga sarjana, serta Bantuan Sayang Anak (BASANAK).
Ketahanan Sosial: Bantuan tunai bagi masyarakat miskin ekstrem serta pemberdayaan bagi kelompok disabilitas.
Ekosistem Ekonomi: Digitalisasi usaha, pengembangan industri halal, serta bantuan bibit bagi petani dan nelayan.
Infrastruktur Dasar: Perluasan jaringan gas rumah tangga dan revitalisasi layanan kesehatan (Posyandu & Poskestren).
"Target kami jelas yaitu menurunkan angka kemiskinan secara drastis dan memastikan tidak ada warga Muba yang tertinggal dalam pembangunan. Data yang akurat dan program yang tepat sasaran adalah kunci keberlanjutan kami," tutup Bupati Toha Tohet.(***)

