 |
| Lemang merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dimasak dengan cara dipanggang | Foto : MCD |
Lahat, HSC - Bagi siapa pun yang pernah melintas di jalur Lahat–Pagar Alam, pemandangan deretan pedagang makanan tradisional di pinggir jalan tentu bukan hal asing. Tepatnya di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, wilayah Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, aroma harum lemang kerap menguar dan menggoda para pelintas untuk singgah.
Lemang merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dimasak dengan cara dipanggang. Keunikan proses memasak inilah yang menghadirkan cita rasa khas sekaligus aroma wangi yang sulit dilupakan. Tak heran, lemang kerap dijadikan buah tangan bagi para wisatawan maupun pengendara yang melintas.
Salah seorang pedagang, Nurhayati, mengungkapkan bahwa pembuatan lemang sejatinya tidak rumit, namun membutuhkan ketelatenan. “Pertama-tama kita siapkan bambu sekitar 40 sentimeter, lalu beras ketan dibersihkan. Setelah itu bagian dalam bambu dilapisi daun pisang sebelum ketan dimasukkan,” jelasnya.
Setelah ketan berada di dalam bambu, air santan ditambahkan secukupnya. Menurut Nurhayati, takaran santan menjadi kunci utama. “Kalau kebanyakan air, lemang akan benyek. Kalau terlalu sedikit, hasilnya keras,” ujarnya.
Tahap selanjutnya adalah proses pemanggangan di atas bara api. Api harus dijaga agar tidak terlalu besar, sehingga lemang matang merata dan menghasilkan tekstur yang pas. “Kurang lebih 30 menit sudah masak, asalkan apinya stabil,” tambahnya.
Nurhayati telah berjualan lemang di sepanjang jalan lintas Lahat–Pagar Alam selama sekitar lima tahun. Selama itu pula, pembelinya datang dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Jawa, hingga wisatawan dari luar pulau. Bahkan, ia pernah melayani pembeli asal Papua yang singgah usai berwisata.
Sebagian besar pembeli merupakan wisatawan yang pulang dari Pagar Alam maupun dari wilayah Lahat. Lemang pun menjadi pilihan utama sebagai oleh-oleh khas daerah.
Kini, lemang tak sekadar menjadi makanan tradisional, tetapi telah menjelma sebagai identitas kuliner Lahat. Bagi banyak orang, berkunjung ke Lahat terasa belum lengkap tanpa mencicipi atau membawa pulang lemang. Sebuah warisan rasa yang terus hidup di tengah denyut aktivitas masyarakat dan para pelintas jalan.